Akses 3 Desa Pelalawan Terendam: 7 Fakta Penting yang Wajib Tahu Saat Pasang Surut

Banjir Pelalawan kembali menyita perhatian, terutama karena akses jalan menuju 3 desa di Kabupaten Pelalawan, Riau, masih terendam meski kondisi pasang mulai surut dan curah hujan dilaporkan menurun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan terus memantau titik-titik rawan banjir di sepanjang bantaran Sungai Kampar untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran mobilitas.

Gambaran Situasi: Kenapa Air Masih Menggenang?

Di lapangan, surutnya pasang tidak selalu berarti air langsung turun drastis di seluruh wilayah. Ada sejumlah faktor teknis dan geografis yang membuat genangan bertahan lebih lama pada akses jalan desa, terutama di kawasan dataran rendah dekat aliran sungai.

7 Fakta Penting Penyebab Akses 3 Desa Masih Terendam

  • Pengaruh Sungai Kampar masih dominan: Meski curah hujan menurun, debit sungai dapat tetap tinggi karena kiriman air dari hulu.
  • Efek pasang-surut tidak seragam: Perubahan muka air bisa berbeda antar titik, tergantung lekukan sungai dan elevasi permukiman.
  • Topografi dataran rendah: Jalan akses desa kerap berada pada kontur rendah sehingga menjadi “kolam” penampung limpasan.
  • Drainase tidak mampu menampung: Parit dan saluran air bisa tersumbat sedimen, sampah, atau vegetasi, membuat air sulit keluar.
  • Genangan terperangkap: Pada beberapa titik, air sudah telanjur masuk ke badan jalan dan butuh waktu lebih lama untuk surut.
  • Tanah jenuh air: Kondisi tanah yang sudah jenuh membuat air meresap lambat, sehingga genangan bertahan meski hujan berkurang.
  • Arus balik (backwater): Saat muka air sungai masih tinggi, air dari saluran-saluran kecil dapat terdorong kembali sehingga memperpanjang genangan.
READ  Pameran Karya Seni Rupa di Sekolah: 7 Panduan Penting & Terbaik untuk Jawaban Seni Budaya Kelas 12 Halaman 19

Langkah BPBD Pelalawan yang Terus Dilakukan

BPBD Pelalawan, sesuai informasi yang beredar, melakukan pemantauan rutin pada akses jalan dan daerah rawan banjir di sepanjang bantaran Sungai Kampar. Pemantauan ini penting untuk memperbarui data lapangan, mengarahkan kewaspadaan warga, dan memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.

Imbauan Praktis untuk Warga dan Pengguna Jalan

  • Utamakan keselamatan: Hindari menerobos genangan bila kedalaman dan arus tidak diketahui.
  • Pantau informasi resmi: Ikuti pembaruan dari BPBD setempat terkait titik jalan yang aman dilalui.
  • Siapkan rute alternatif: Jika akses utama tergenang, gunakan jalur lain yang direkomendasikan aparat desa.
  • Lindungi kendaraan: Genangan dapat merusak mesin; gunakan kendaraan yang sesuai atau tunda perjalanan.

Penutup: Waspada, Disiplin, dan Saling Menjaga

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa bencana hidrometeorologi tidak hanya ditentukan oleh hujan hari ini, tetapi juga oleh kondisi hulu, pasang surut, dan kesiapan infrastruktur. Mari jaga kewaspadaan, patuhi arahan petugas, dan bergotong royong membantu sesama agar mobilitas, kesehatan, dan keselamatan warga Pelalawan tetap terjaga.

Updated: Januari 13, 2026 — 12:01 am