Banjir Moncongloe 2026: 7 Fakta Penting Wajib Tahu soal Evakuasi Lansia Pegang Al-Qur’an

Banjir Moncongloe kembali menguji ketangguhan warga ketika air merangsek masuk ke permukiman, memaksa proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian. Di tengah situasi genting itu, sebuah pemandangan menyentuh hati terekam: seorang lansia dievakuasi dari rumahnya yang kebanjiran dengan tongkat di samping, sementara Al-Qur’an tetap dalam genggaman.

Menurut keterangan Kepala Desa Moncongloe, Iqbal, debit air mulai meningkat sejak pagi hari dan terus bertambah hingga siang. Kondisi tersebut membuat sebagian rumah warga terdampak, sehingga langkah penyelamatan menjadi prioritas utama.

7 Fakta Penting dari Peristiwa Evakuasi di Moncongloe

  • Debit air naik sejak pagi: Kenaikan air terpantau mulai pagi hari dan berlanjut sampai siang, menandakan situasi dapat berubah cepat dalam hitungan jam.
  • Genangan memaksa evakuasi: Saat air memasuki rumah, evakuasi menjadi pilihan paling aman, terutama bagi warga rentan seperti lansia.
  • Lansia membutuhkan perlakuan khusus: Mobilitas yang terbatas membuat lansia berisiko tinggi saat bencana, sehingga pendampingan dan evakuasi terarah sangat diperlukan.
  • Simbol keteguhan batin: Lansia yang tetap menggenggam Al-Qur’an menunjukkan ketenangan, keyakinan, dan kekuatan spiritual di tengah ancaman banjir.
  • Peran pemerintah desa krusial: Informasi dari kepala desa membantu warga memahami eskalasi situasi dan mengambil keputusan tepat waktu.
  • Waktu respons menentukan keselamatan: Karena air terus bertambah hingga siang, keterlambatan evakuasi dapat meningkatkan risiko terjebak atau cedera.
  • Pelajaran bagi keluarga dan tetangga: Bencana mengingatkan pentingnya saling menjaga, terutama memastikan lansia tidak tertinggal saat kondisi memburuk.

Langkah Wajib Tahu: Kesiapsiagaan Banjir untuk Keluarga

Peristiwa di Moncongloe memberi pelajaran bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar teori. Berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga dan lingkungan sekitar:

  • Pantau perkembangan air: Amati perubahan debit sejak pagi, terutama saat hujan berkepanjangan atau aliran sungai mulai meluap.
  • Prioritaskan kelompok rentan: Pastikan lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas memiliki rute evakuasi serta pendamping.
  • Siapkan tas siaga: Isi dengan identitas, obat rutin, pakaian, air minum, dan perlengkapan darurat seperlunya.
  • Susun komunikasi keluarga: Tentukan titik kumpul dan siapa yang bertanggung jawab menjemput/menuntun lansia.
  • Ikuti arahan aparat setempat: Informasi dari pemerintah desa dan relawan membantu menghindari keputusan berisiko.
READ  Wisuda ke-78 Unisma 2025: Momentum Penting Lulusan Pertama Usai Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional

Nilai Pendidikan dan Keteladanan dari Peristiwa Ini

Di balik kabar banjir, kita menemukan sisi paling manusiawi: keberanian yang sunyi dan keteguhan yang bersahaja. Tongkat di samping menandakan keterbatasan fisik, namun Al-Qur’an dalam genggaman mencerminkan kekuatan jiwa. Bagi kita semua, ini adalah pengingat bahwa bencana harus dihadapi dengan ikhtiar, kebersamaan, dan ketenangan.

Semoga kejadian banjir Moncongloe menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan warga, mempererat gotong royong, serta memastikan keselamatan kelompok rentan menjadi prioritas di setiap kondisi darurat.

Updated: Februari 26, 2026 — 12:01 am