Banjir Sumberasih Probolinggo 2026: 7 Fakta Penting yang Wajib Tahu Warga

Banjir Sumberasih Probolinggo kembali menguji ketangguhan warga. Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air yang disebut mencapai sekitar 1 meter di beberapa titik, mengganggu aktivitas harian dan memaksa warga meningkatkan kewaspadaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan gerakan bersama—dari rumah ke rumah, dari RT ke desa. Di tengah situasi seperti ini, informasi yang jernih dan langkah yang tepat adalah penyelamat pertama.

7 Fakta Penting Banjir di Kecamatan Sumberasih

  • Lokasi kejadian: Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
  • Ketinggian air: Laporan menyebut air dapat mencapai sekitar 1 meter di titik tertentu.
  • Dampak langsung: Akses warga dan aktivitas ekonomi harian berpotensi terganggu, terutama di kawasan permukiman rendah.
  • Risiko kesehatan: Banjir meningkatkan risiko penyakit pascabanjir seperti diare, leptospirosis, dan infeksi kulit jika kebersihan air tidak terjaga.
  • Kelompok rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit kronis memerlukan perhatian dan prioritas evakuasi.
  • Keselamatan listrik: Air setinggi lutut hingga pinggang sangat berbahaya bila terdapat instalasi listrik yang tidak aman atau terendam.
  • Kebutuhan warga: Umumnya mencakup air bersih, makanan siap saji, selimut, obat-obatan dasar, dan perlengkapan bayi.

Kenapa Banjir Bisa Cepat Meninggi?

Banjir di wilayah permukiman umumnya dipicu kombinasi faktor, antara lain curah hujan tinggi, sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air, serta luapan saluran atau sungai di sekitar kawasan. Di dataran rendah, air juga cenderung lebih lama surut karena hambatan aliran balik dan kapasitas pembuangan yang terbatas.

READ  Sekolah di Aceh Tamiang: 7 Langkah Penting Agar 38 Sekolah Cepat Beroperasi Kembali

Langkah Aman yang Wajib Dilakukan Warga (Praktis & Realistis)

  • Matikan listrik dari MCB bila air mulai masuk rumah, terutama jika sudah mendekati stop kontak.
  • Amankan dokumen penting (KK, KTP, ijazah, buku nikah) dalam plastik kedap air dan letakkan di tempat tinggi.
  • Siapkan tas siaga: pakaian ganti, obat rutin, power bank, senter, uang tunai, dan makanan ringan.
  • Hindari menerobos arus, terutama jika tidak tahu kondisi lubang, selokan, atau kabel di bawah air.
  • Utamakan evakuasi kelompok rentan lebih dahulu bila ada imbauan mengungsi.
  • Gunakan air bersih untuk konsumsi; jika ragu, rebus minimal 3–5 menit hingga mendidih.

Peran Sekolah, RT/RW, dan Komunitas: Semangat Gotong Royong yang Menghidupkan

Dalam situasi darurat, pusat-pusat komunitas seperti balai desa, masjid, dan sekolah bisa menjadi simpul logistik dan informasi. RT/RW dapat membantu pendataan warga terdampak, mengarahkan jalur aman, serta memastikan bantuan tepat sasaran. Sekolah dan komunitas pemuda dapat mendukung dengan relawan kebersihan pascabanjir dan edukasi kesehatan.

Penutup: Bencana Tidak Memilih, Tapi Kita Bisa Memilih untuk Siaga

Banjir di Sumberasih Probolinggo mengingatkan kita bahwa ketangguhan bangsa dimulai dari ketertiban kecil: menjaga saluran air, disiplin keselamatan, serta gotong royong saat tetangga membutuhkan. Mari tetap waspada, saling membantu, dan mengikuti arahan resmi setempat agar risiko dapat ditekan dan pemulihan berjalan lebih cepat.

Sumber referensi: Antara News.

Updated: Januari 11, 2026 — 12:01 pm