Kapolda Riau Herry Heryawan menginstruksikan seluruh jajaran di lingkungan Polda Riau untuk meninggalkan kebiasaan pemberian papan bunga dalam berbagai acara seremonial dan menggantinya dengan bibit pohon. Langkah ini menegaskan pesan kuat: apresiasi tidak harus berujung jadi sampah visual, tetapi bisa menjadi investasi hijau yang nyata bagi masa depan.
Mengapa Papan Bunga Perlu Dievaluasi?
Tradisi papan bunga memang kerap dianggap bentuk penghormatan. Namun, pada praktiknya, papan bunga sering hanya bertahan singkat, menumpuk, lalu berakhir sebagai limbah. Karena itu, kebijakan mengganti papan bunga dengan bibit pohon patut dibaca sebagai pendidikan publik: simbol dukungan semestinya menghasilkan manfaat jangka panjang.
- Lebih bermanfaat: bibit pohon dapat ditanam dan tumbuh menjadi peneduh serta penyerap polusi.
- Lebih ramah lingkungan: mengurangi potensi limbah dari papan, cat, plastik, dan dekorasi.
- Lebih mendidik: mendorong kebiasaan baru yang selaras dengan kepedulian ekologis.
7 Langkah Penting agar Pergeseran Tradisi Berjalan Tertib
Agar instruksi Kapolda Riau ini efektif, perlu langkah yang rapi dan mudah diterapkan di lapangan. Berikut rumusan langkah yang dapat menjadi pedoman praktis dalam acara-acara seremonial.
- Menetapkan aturan internal: satuan kerja membuat edaran bahwa ucapan selamat/dukungan tidak lagi memakai papan bunga.
- Menentukan jenis bibit prioritas: pilih bibit yang sesuai iklim dan kebutuhan ruang hijau setempat.
- Membuat standar penyerahan: bibit disertai label ucapan agar tetap bermakna secara seremonial.
- Menyiapkan lokasi tanam: tetapkan lahan/area tanam agar bibit tidak menumpuk tanpa kejelasan.
- Kolaborasi dengan pihak terkait: libatkan dinas lingkungan, sekolah, atau komunitas untuk penanaman.
- Dokumentasi dan pelaporan: catat jumlah bibit masuk dan yang sudah ditanam sebagai bentuk akuntabilitas.
- Edukasi publik: sampaikan bahwa penghormatan terbaik adalah yang meninggalkan jejak kebaikan jangka panjang.
Dampak Edukatif untuk Masyarakat
Instruksi mengganti papan bunga dengan bibit pohon tidak hanya soal perubahan prosedur, tetapi juga perubahan cara pandang. Masyarakat belajar bahwa bentuk dukungan bisa diarahkan pada tindakan yang lebih produktif: menambah ruang hijau, memperbaiki kualitas udara, dan menanam harapan bagi generasi mendatang.
Penutup: Apresiasi yang Menumbuhkan
Gerakan mengganti papan bunga dengan bibit pohon adalah contoh kepemimpinan yang berorientasi masa depan—tegas, sederhana, dan berdampak. Bila kita ingin penghormatan yang benar-benar berarti, marilah memilih apresiasi yang menumbuhkan. Mulai dari acara terdekat, ubah ucapan menjadi aksi: satu bibit hari ini, sejuta manfaat esok hari.
Sumber: JPNN.com (Pekanbaru) — “Kapolda Riau Instruksikan Ubah Kebiasaan Papan Bunga, Ganti dengan Bibit Pohon”.