KKN Untag Surabaya 2025: 7 Fakta Penting dan Menohok dari 225 Kegiatan Pemberdayaan di Trawas–Pacet

KKN Untag Surabaya kembali menunjukkan denyut pengabdian kampus untuk rakyat. Di Kecamatan Trawas dan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mahasiswa melaksanakan 225 kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyasar kebutuhan paling nyata: akses ekonomi, kesehatan warga, dan penguatan teknologi desa.

Di tengah tantangan desa yang kerap berlapis—dari pemasaran produk UMKM hingga literasi digital—program KKN menjadi bukti bahwa ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ia harus hadir di ladang, di posyandu, di balai desa, dan di ruang-ruang gotong royong.

Gambaran Utama Program KKN di Trawas dan Pacet

Merujuk informasi dari pemberitaan, pelaksanaan KKN Untag Surabaya di dua kecamatan ini berorientasi pada pemberdayaan yang terukur dan dekat dengan keseharian warga. Arah kegiatan dipadatkan pada tiga fokus besar: ekonomi, kesehatan, dan teknologi desa.

  • Lokasi: Kecamatan Trawas dan Pacet, Kabupaten Mojokerto
  • Total output kegiatan: 225 kegiatan pemberdayaan masyarakat
  • Fokus utama: akses ekonomi, kesehatan masyarakat, dan teknologi desa

7 Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui

  • Skala kegiatan besar: 225 program menunjukkan kerja lapangan yang masif, bukan kegiatan seremonial semata.
  • Ekonomi jadi prioritas: Penguatan akses ekonomi berarti membantu warga memperluas peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
  • Kesehatan masyarakat disentuh langsung: Program kesehatan biasanya paling terasa dampaknya karena menyasar kebiasaan hidup dan layanan dasar warga.
  • Teknologi desa didorong: Literasi dan pemanfaatan teknologi memperkuat layanan desa serta membuka akses informasi dan pasar yang lebih luas.
  • Berbasis kebutuhan lokal: Pemberdayaan efektif terjadi saat program menyesuaikan konteks desa—potensi, tantangan, dan budaya gotong royong setempat.
  • Kolaborasi jadi kunci: KKN kuat ketika mahasiswa, perangkat desa, dan warga bergerak dalam satu irama kerja.
  • Efek jangka panjang: Jika ditindaklanjuti, kegiatan KKN bisa menjadi pijakan program desa berikutnya—dari penguatan UMKM hingga tata kelola berbasis digital.
READ  Pameran Karya Seni Rupa di Sekolah: 7 Panduan Penting & Terbaik untuk Jawaban Seni Budaya Kelas 12 Halaman 19

Mengapa 225 Kegiatan Ini Penting bagi Pemberdayaan Desa?

Pemberdayaan bukan sekadar “membantu”, melainkan membangun kemandirian. Ketika ekonomi diperkuat, kesehatan ditingkatkan, dan teknologi diperkenalkan secara tepat guna, desa punya modal sosial untuk melompat lebih jauh.

  • Perekonomian lebih tahan banting karena warga punya keterampilan dan akses yang lebih luas.
  • Derajat kesehatan meningkat saat edukasi dan pendampingan dilakukan konsisten.
  • Pelayanan dan promosi desa lebih modern ketika teknologi dimanfaatkan untuk administrasi maupun pemasaran.

Pelajaran untuk Kampus dan Masyarakat

Bagi kampus, KKN adalah ruang untuk menguji ilmu dengan realitas. Bagi masyarakat, KKN adalah kesempatan menambah kapasitas melalui kolaborasi. Keduanya bertemu pada semangat yang sama: pengabdian yang membebaskan dan memajukan.

Semoga capaian 225 kegiatan di Trawas dan Pacet ini tidak berhenti sebagai angka, melainkan menjadi jejak perubahan—kecil namun nyata—yang terus dirawat oleh warga, desa, dan generasi muda.

Sumber rujukan: pemberitaan Beritajatim.com terkait KKN Untag Surabaya di Trawas dan Pacet.

Updated: Januari 17, 2026 — 12:01 am