Koperasi Merah Putih: 780 Pengurus Dilatih Pemprov Babel, Ini 7 Langkah Penting yang Wajib Tahu

Koperasi Merah Putih di Kepulauan Bangka Belitung mendapat penguatan serius melalui pelatihan bagi para pengurus dan pengawas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) melatih total 780 orang agar tata kelola koperasi kian rapi, transparan, dan berdampak nyata bagi anggota.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Dalam semangat membangun ekonomi rakyat, peningkatan kapasitas SDM koperasi adalah fondasi: pengurus yang paham aturan, pengawas yang berani tegas, serta layanan yang profesional akan membuat koperasi dipercaya dan bertumbuh.

Mengapa Pelatihan 780 Pengurus dan Pengawas Ini Penting?

Koperasi hidup dari kepercayaan. Ketika pengurus dan pengawas memahami tugasnya, koperasi lebih siap menghadapi tantangan—mulai dari administrasi, pengelolaan usaha, hingga pertanggungjawaban kepada anggota.

  • Memperkuat tata kelola agar keputusan koperasi akuntabel dan sesuai aturan.
  • Mencegah konflik internal melalui pembagian peran yang jelas antara pengurus dan pengawas.
  • Meningkatkan layanan anggota lewat sistem kerja yang tertib dan terukur.
  • Menjaga kesehatan keuangan koperasi melalui pengawasan yang konsisten.

7 Langkah Penting yang Wajib Tahu Pengurus & Pengawas Koperasi

Berikut tujuh langkah yang selaras dengan kebutuhan koperasi modern—mudah dipahami, namun tegas dalam penerapan:

  • Pahami AD/ART dan regulasi koperasi sebagai “kompas” organisasi, agar kebijakan tidak menyimpang.
  • Susun rencana kerja dan anggaran yang realistis, lengkap dengan target, jadwal, dan penanggung jawab.
  • Rapikan administrasi dan keanggotaan (data anggota, simpanan, pinjaman, dan transaksi) agar tidak ada ruang manipulasi.
  • Bangun sistem pencatatan keuangan yang disiplin: kas, buku besar, laporan laba-rugi, dan neraca harus rutin diperbarui.
  • Perkuat fungsi pengawasan: pengawas bukan “stempel”, melainkan penjaga integritas yang bekerja berbasis data.
  • Pastikan RAT berkualitas (Rapat Anggota Tahunan): laporan harus jelas, mudah diuji, dan memberi ruang tanya jawab anggota.
  • Naikkan kapasitas usaha koperasi melalui identifikasi peluang lokal, kemitraan, dan pelayanan yang betul-betul dibutuhkan anggota.
READ  SIM Keliling Bekasi 2026: 7 Info Penting & Jadwal Terbaik Selasa 13 Januari

Arah Besar: Koperasi yang Profesional dan Berdaya Saing

Pelatihan seperti ini memberi pesan kuat: koperasi tidak boleh dikelola “sekadarnya”. Koperasi yang sehat harus punya manajemen yang tertib, pengawasan yang berani, serta budaya organisasi yang melayani anggota—bukan melayani kepentingan segelintir orang.

Bagi masyarakat, dampaknya akan terasa bila koperasi mampu menghadirkan layanan simpan pinjam yang aman, usaha bersama yang produktif, serta pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang adil dan transparan.

Penutup: Saatnya Koperasi Naik Kelas

Inisiatif Pemprov Babel melatih 780 pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih adalah ikhtiar strategis untuk membangun ekonomi rakyat dari akar. Dengan SDM yang makin cakap, koperasi berpeluang naik kelas: dipercaya anggota, sehat keuangannya, dan kuat usahanya.

Jika Anda pengurus, pengawas, atau anggota koperasi, jadikan momentum ini untuk memperkuat disiplin organisasi dan budaya transparansi—karena koperasi besar lahir dari tata kelola yang benar sejak awal.

Updated: Februari 8, 2026 — 12:01 am