Ngabuburit di Rel Kereta Api: 7 Fakta Penting Wajib Tahu (Ramadan 2026) Agar Tak Dipenjara

Ngabuburit di rel kereta api sering dianggap “sekadar cari angin” sambil menunggu azan magrib. Namun memasuki Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, kebiasaan ini perlu disikapi lebih tegas: selain mengancam nyawa, aktivitas di area rel juga dapat berujung sanksi hukum bila dilakukan di zona terlarang dan membahayakan operasional perjalanan kereta.

Ramadan 2026: Tradisi Ngabuburit Kembali Marak, Risiko Juga Meningkat

Menjelang waktu berbuka, ruang-ruang publik kerap dipadati warga—termasuk lokasi yang seharusnya steril, seperti jalur rel dan sekitarnya. Masalahnya, rel kereta bukan tempat rekreasi. Ia adalah infrastruktur vital yang menuntut disiplin keselamatan tinggi, karena kereta melaju dengan kecepatan, jarak pengereman panjang, dan keterbatasan kemampuan masinis untuk menghindar.

7 Fakta Penting: Mengapa Ngabuburit di Area Rel Bisa Berbahaya dan Berujung Pidana

  • Rel kereta adalah area berbahaya karena kereta tidak bisa berhenti mendadak. Sekali terlambat menepi, dampaknya bisa fatal.
  • Kereta bisa datang tanpa “terlihat duluan”. Tikungan, bangunan, vegetasi, dan kondisi cahaya senja membuat jarak pandang terbatas.
  • Efek “terhisap” dan terpental dapat terjadi saat kereta melintas cepat, terutama bila berdiri terlalu dekat dengan jalur.
  • Perilaku di ruang manfaat jalur (sepanjang lintasan yang dipakai untuk operasi kereta) berisiko mengganggu perjalanan—mulai dari pejalan kaki, duduk-duduk, hingga bermain/berfoto.
  • Berpotensi dikategorikan pelanggaran hukum bila memasuki atau beraktivitas pada area yang dilarang/steril dan membahayakan keselamatan perkeretaapian. Dalam situasi tertentu, ini dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Menghambat operasional dan memicu keterlambatan. Saat ada orang di lintasan, perjalanan bisa diperlambat/berhenti demi keselamatan, merugikan banyak penumpang.
  • Risiko tidak hanya untuk pelaku. Satu tindakan sembrono bisa menciptakan trauma bagi masinis, petugas, dan saksi, serta membahayakan pengguna jalan lain di perlintasan sebidang.
READ  Persib 2025: 7 Fakta Penting Transfer Menohok Kurzawa & Dion Markx

Lokasi yang Termasuk Area Terlarang di Sekitar Rel

Agar mudah dipahami, prinsipnya: jika itu bagian dari jalur operasi kereta dan penunjangnya, maka bukan tempat untuk menunggu waktu berbuka. Area yang patut dihindari antara lain:

  • Di atas rel dan bantalan rel.
  • Bahu rel atau sisi jalur yang sangat dekat dengan lintasan.
  • Jembatan kereta dan terowongan.
  • Area stasiun dan emplasemen yang tidak diperuntukkan bagi publik atau melewati batas aman.
  • Perlintasan sebidang untuk nongkrong/berkumpul, karena rawan kecelakaan lalu lintas dan kereta.

Alternatif Ngabuburit yang Aman, Edukatif, dan Tetap Seru

Semangat Ramadan adalah menumbuhkan disiplin diri. Ngabuburit pun bisa tetap menyenangkan tanpa melanggar aturan dan membahayakan nyawa:

  • Ruang terbuka hijau/taman kota yang resmi dan aman.
  • Masjid atau aula komunitas untuk kajian singkat, tadarus, atau kelas literasi.
  • Pasar takjil resmi yang tertib, tidak mengganggu arus lalu lintas.
  • Kegiatan keluarga seperti olahraga ringan, membaca, atau memasak sederhana untuk berbuka.

Pesan Penutup: Disiplin adalah Wajah Ibadah

Ramadan 2026 adalah momentum memperindah ibadah sekaligus memperkuat etika sosial. Ngabuburit di rel kereta api bukan keberanian, melainkan kecerobohan yang bisa merenggut nyawa dan menyeret konsekuensi hukum. Mari pilih tempat yang aman, patuhi rambu dan batas, serta jadikan bulan suci ini ajang mendidik diri—demi keselamatan kita semua.

Updated: Februari 22, 2026 — 12:01 am