Persebaya 2025: 7 Langkah Penting Tancap Gas di Jeda Kompetisi yang Wajib Tahu

Persebaya Surabaya memandang jeda kompetisi putaran pertama BRI Super League sebagai momentum emas, bukan sekadar waktu istirahat. Di periode krusial ini, Bajol Ijo memilih menekan pedal gas untuk memperkuat fondasi tim agar lebih siap, lebih dalam, dan lebih matang ketika liga kembali bergulir.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan jeda kompetisi harus dimanfaatkan untuk membangun kualitas kolektif: dari kedalaman skuad, peningkatan persaingan internal, hingga mempercepat adaptasi pemain baru. Prinsipnya jelas—tim kuat bukan hanya soal 11 pemain utama, tetapi tentang kesiapan seluruh lapisan.

1) Mengubah Jeda Kompetisi Menjadi “Kelas Perbaikan” Tim

Dalam sepak bola modern, jeda kompetisi sering menjadi pembeda antara tim yang sekadar bertahan dan tim yang melompat ke level berikutnya. Persebaya ingin jeda ini menjadi ruang pembenahan yang terukur, bukan rutinitas tanpa arah.

  • Evaluasi putaran pertama: mengidentifikasi bagian permainan yang masih rapuh.
  • Penguatan fondasi taktik: membangun pola main yang konsisten dan mudah diterapkan siapa pun yang turun.
  • Pembiasaan standar kerja: disiplin latihan, detail, dan mental bertanding.

2) Fokus Utama: Kedalaman Skuad yang Lebih Siap Tempur

Tavares memberi perhatian khusus pada kedalaman skuad. Dalam kompetisi panjang, badai cedera, akumulasi kartu, hingga penurunan performa adalah keniscayaan. Karena itu, tim harus punya pelapis yang setara dalam kualitas dan pemahaman permainan.

  • Memastikan opsi pemain di tiap posisi tidak timpang.
  • Melatih skema yang tetap berjalan meski ada rotasi.
  • Mengurangi ketergantungan pada satu-dua nama kunci.
READ  Hari Ibu 2025: Cara Arumi Bachsin Maknai Peran Ibu

3) Persaingan Internal: Cara Sehat Menjaga Standar Tinggi

Persebaya juga mendorong persaingan internal agar setiap pemain terpacu. Persaingan yang sehat akan melahirkan dua hal: pemain utama yang terus memperbaiki diri dan pemain pelapis yang selalu siap ketika dipanggil.

  • Seleksi berbasis performa, bukan semata reputasi.
  • Standar latihan ketat agar atmosfer tim tetap kompetitif.
  • Keadilan menit bermain melalui rotasi yang terencana.

4) Percepatan Adaptasi Pemain Baru Jadi Agenda Penting

Masuknya sejumlah pemain baru menjadi sorotan. Bagi Tavares, tantangan terbesar bukan sekadar memasukkan nama ke daftar skuad, melainkan mempercepat adaptasi agar mereka menyatu dengan ritme dan karakter Persebaya.

  • Mengenalkan identitas permainan dan tugas peran di lapangan.
  • Membangun chemistry dengan rekan setim melalui sesi latihan dan simulasi pertandingan.
  • Mempercepat pemahaman terhadap karakter masing-masing pemain agar kombinasi antar lini lebih padu.

5) Membaca Karakter Pemain: Kunci Tim Menjadi Lebih Solid

Tavares menilai pemahaman karakter pemain adalah pekerjaan penting selama jeda. Ketika staf pelatih memahami kelebihan, keterbatasan, dan kebiasaan bermain tiap pemain, keputusan taktik akan lebih tepat sasaran.

  • Menentukan pasangan ideal di lini belakang dan tengah.
  • Menyusun variasi serangan sesuai profil pemain.
  • Meminimalkan kesalahan komunikasi dan miskoneksi di lapangan.

6) Fondasi Tim: Disiplin, Kebugaran, dan Mentalitas Kerja

Jeda kompetisi juga menjadi ruang memperbaiki aspek dasar yang kerap menentukan hasil pertandingan. Tanpa fondasi kebugaran dan disiplin, taktik sebaik apa pun bisa runtuh di menit-menit akhir.

  • Kebugaran: menjaga intensitas agar tim siap bermain dengan tempo tinggi.
  • Disiplin: konsistensi menjalankan instruksi dan rencana pertandingan.
  • Mentalitas: kesiapan menghadapi tekanan, terutama saat laga ketat.

7) Target Akhir: Persebaya Lebih Padu Saat Kompetisi Bergulir

Benang merahnya: Persebaya ingin kembali ke kompetisi dengan kondisi lebih matang—bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga struktur tim dan kesiapan seluruh pemain. Adaptasi pemain baru dipercepat, persaingan internal dijaga, dan kedalaman skuad diperkuat agar Bajol Ijo punya daya tahan dalam persaingan panjang.

READ  KPK Hati-hati Pasal 2 dan 3 UU Tipikor: 7 Sikap Tegas 2025

Jeda kompetisi bukan ruang santai, melainkan ruang pembuktian. Bila seluruh agenda berjalan disiplin, Persebaya akan datang dengan wajah baru: lebih solid, lebih siap, dan lebih berani menatap putaran berikutnya. Mari kita kawal kerja keras ini—sebab sepak bola yang besar lahir dari proses yang serius.

Updated: Januari 16, 2026 — 12:01 am