Petugas Haji 2026: 7 Pesan Penting Menohok Menhaj soal Kebugaran Jelang Penutupan Diklat

Petugas haji menjadi garda terdepan pelayanan jemaah, karena itu Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan satu pesan kunci: kebugaran harus dijaga sampai masa tugas benar-benar dimulai, meski diklat (pendidikan dan pelatihan) segera ditutup.

Mengapa Kebugaran Petugas Haji Itu Tidak Bisa Ditawar

Rangkaian layanan haji menuntut stamina, ketahanan mental, dan disiplin kerja. Petugas tidak hanya dituntut sigap, tetapi juga konsisten dalam ritme kerja yang panjang, kondisi cuaca berbeda, serta mobilitas tinggi. Karena itu, pesan Menhaj bukan formalitas, melainkan pengingat bahwa kesiapan fisik adalah bagian dari profesionalisme.

7 Pesan Penting Menhaj Jelang Diklat Ditutup

  • Jaga kebugaran hingga hari keberangkatan—jangan kendur setelah dinyatakan lulus diklat.
  • Rawat disiplin latihan yang sudah dibentuk selama diklat agar tubuh tetap adaptif.
  • Pertahankan pola hidup sehat (makan teratur, cukup minum, dan tidur berkualitas) untuk menjaga daya tahan.
  • Kelola stres dan emosi karena pelayanan haji menuntut kesabaran serta kejernihan berpikir.
  • Siapkan kebugaran fungsional—bukan sekadar kuat, tetapi mampu bergerak cepat, mengangkat, berjalan jauh, dan bekerja dalam durasi lama.
  • Jaga kekompakan dan koordinasi sebagai satu tim layanan; fisik yang prima membantu komunikasi tetap efektif.
  • Fokus pada misi pelayanan: kebugaran bukan untuk diri sendiri semata, melainkan untuk memastikan jemaah terlayani dengan aman dan bermartabat.

Pelayanan Haji: Ketangguhan yang Berakar pada Ilmu dan Etos

Diklat pada dasarnya membangun dua fondasi: pengetahuan kerja dan karakter melayani. Namun di lapangan, keduanya akan diuji oleh situasi riil. Petugas yang bugar cenderung lebih stabil dalam mengambil keputusan, lebih responsif saat terjadi kebutuhan mendesak, dan lebih tahan dalam menjaga kualitas layanan.

READ  Kerja Sama BRIN–Jabar 2025: 7 Langkah Penting Pengembangan Padi Unggul yang Wajib Tahu

Langkah Praktis Menjaga Kebugaran Setelah Diklat

  • Latihan ringan rutin 20–30 menit (jalan cepat, peregangan, latihan beban tubuh) untuk menjaga kebugaran dasar.
  • Pola makan seimbang: perbanyak protein dan serat, kurangi gula berlebih, dan jaga jam makan.
  • Hidrasi terukur, terutama bagi yang mudah lelah saat mobilitas tinggi.
  • Manajemen tidur dengan jadwal konsisten untuk menjaga pemulihan tubuh.
  • Latihan mental melalui simulasi pelayanan: menghadapi antrean, komunikasi efektif, dan penyelesaian masalah.

Penutup: Semangat Melayani adalah Amanah

Pesan Menhaj agar petugas haji tetap menjaga kebugaran hingga bertugas adalah panggilan tanggung jawab. Dalam kerja pelayanan, stamina bukan sekadar urusan pribadi—ia menjadi bagian dari keselamatan, kenyamanan, dan kehormatan jemaah. Dengan tubuh yang siap, ilmu yang matang, dan hati yang tulus melayani, petugas haji dapat menunaikan amanah ini dengan penuh martabat.

Sumber rujukan: Antara News.

Updated: Januari 30, 2026 — 12:01 am