Tanah timbun berserakan di jalan umum kembali jadi sorotan setelah Satpol PP Pekanbaru memberikan teguran kepada pengelola proyek perumahan. Teguran ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengingat keras bahwa aktivitas pembangunan wajib menjaga ketertiban, kebersihan, dan keselamatan pengguna jalan.
Dalam keterangannya, pihak Satpol PP menekankan bahwa pengelola proyek harus segera membersihkan sisa tanah timbun yang tercecer di badan jalan. Sebab, material yang dibiarkan berantakan bisa mengganggu lalu lintas, membahayakan pengendara, dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman sekitar.
Kenapa Tanah Timbun di Jalan Tidak Boleh Dibiarkan?
- Berisiko kecelakaan: tanah yang licin atau menumpuk dapat membuat motor tergelincir dan mobil kehilangan kendali.
- Mengganggu kelancaran lalu lintas: badan jalan menyempit dan kendaraan melambat, memicu kemacetan.
- Menambah debu dan polusi: saat kering, tanah jadi debu; saat hujan berubah jadi lumpur—keduanya merugikan warga.
- Merusak fasilitas publik: saluran drainase dapat tersumbat, menyebabkan genangan.
- Mengganggu kenyamanan warga: lingkungan sekitar proyek tampak kumuh dan tidak tertib.
7 Peringatan Penting yang Patut Dicatat Pengelola Proyek
- Bersihkan segera area terdampak: sisa tanah timbun di jalan harus disapu/diangkut sampai tuntas, bukan sekadar diratakan.
- Pastikan akses keluar-masuk kendaraan proyek tertib: area gerbang proyek perlu pengamanan agar tanah tidak terbawa ban ke jalan umum.
- Sediakan petugas kebersihan lapangan: bukan menunggu viral atau ada keluhan warga baru bertindak.
- Gunakan penutup pada truk material: untuk mencegah tumpahan tanah di perjalanan.
- Siapkan rambu dan pengaturan lalu lintas sementara: terutama bila ada pekerjaan yang dekat dengan jalan umum.
- Bangun komunikasi dengan warga sekitar: keterbukaan jadwal kerja dan komitmen kebersihan meredam konflik sosial.
- Patuhi teguran aparat: teguran Satpol PP adalah momentum pembenahan, sebelum berujung pada tindakan lanjutan sesuai ketentuan.
Pelajaran untuk Kita: Pembangunan Harus Beradab
Pekanbaru terus bertumbuh, dan pembangunan perumahan menjadi bagian dari kebutuhan kota. Namun, pertumbuhan yang sehat hanya lahir dari tanggung jawab: proyek boleh berjalan, tetapi ruang publik tidak boleh dikorbankan. Jalan adalah milik bersama—tempat orang mencari nafkah, anak berangkat sekolah, dan ambulans melintas saat darurat.
Jika kita ingin kota maju, disiplin harus jadi budaya. Bagi pengelola proyek, kebersihan bukan biaya tambahan, melainkan investasi kepercayaan. Bagi warga, kepedulian dan pelaporan yang beradab membantu penertiban berjalan tanpa gaduh. Mari jaga Pekanbaru tetap tertib, aman, dan bermartabat.