Wisuda ke-78 Unisma 2025: Momentum Penting Lulusan Pertama Usai Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional

Wisuda ke-78 Unisma menjadi penanda sejarah baru bagi Universitas Islam Malang (Unisma): inilah momentum kelulusan pertama setelah kampus tersebut meraih predikat PTNU Terbaik 1 Nasional. Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Periode ke-78 digelar pada Sabtu (14/2/2025) dan diikuti oleh 581 lulusan, sebuah capaian yang patut disyukuri sekaligus dijadikan bahan bakar untuk melompat lebih jauh.

Makna Wisuda ke-78: Lebih dari Sekadar Seremoni

Di dunia pendidikan tinggi, wisuda bukan hanya penutupan masa studi. Ia adalah “titik berangkat” menuju pengabdian yang lebih luas. Ketika Wisuda ke-78 Unisma hadir tepat setelah predikat PTNU terbaik diraih, pesan moralnya jelas: kualitas institusi harus menjelma menjadi kualitas lulusan—berilmu, berakhlak, dan siap memimpin perubahan.

  • Wisuda sebagai legitimasi akademik: bukti bahwa proses belajar telah ditempuh dengan standar perguruan tinggi.
  • Wisuda sebagai deklarasi tanggung jawab: gelar bukan akhir, melainkan amanah untuk membawa manfaat bagi masyarakat.
  • Wisuda sebagai momentum reputasi: lulusan menjadi wajah kampus di ruang publik dan dunia kerja.

581 Lulusan: Modal SDM untuk Bangsa dan Daerah

Keikutsertaan 581 lulusan pada wisuda ini menunjukkan keberlanjutan proses pendidikan di Unisma. Jumlah tersebut bukan sekadar angka, melainkan potensi sumber daya manusia yang siap berkontribusi di berbagai sektor—pendidikan, ekonomi, sosial-keagamaan, hingga inovasi teknologi.

  • SDM terdidik memperkuat daya saing daerah dan nasional.
  • Jejaring alumni memperluas dampak kampus melalui kolaborasi lintas bidang.
  • Etos pengabdian menjadi ciri penting perguruan tinggi berbasis nilai.
READ  Kasus Narkoba Banyuwangi 2025: 7 Data Penting dan Menohok, Naik 30% hingga 191 Tersangka

Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional: Tantangan yang Harus Dijaga

Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional adalah kehormatan, tetapi juga tantangan. Karena mempertahankan kualitas sering kali lebih berat daripada meraihnya. Wisuda ke-78 ini menjadi pengingat: reputasi institusi harus dijaga melalui budaya akademik yang kuat, integritas, dan pembaruan berkelanjutan.

  • Kualitas pembelajaran harus terus relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.
  • Riset dan inovasi perlu didorong agar kampus menjadi pusat solusi, bukan sekadar pusat gelar.
  • Karakter lulusan harus menjadi pembeda utama: beradab, profesional, dan tahan banting.

Pesan untuk Para Lulusan: Ilmu adalah Amanah

Dalam semangat “Semangat 45”, lulusan Unisma patut meneguhkan tekad: menjadi insan yang tidak hanya mencari peluang, tetapi juga menciptakan manfaat. Gelar akademik harus bertemu dengan kerja nyata—membangun keluarga, menguatkan masyarakat, dan mengangkat martabat bangsa.

  • Jaga integritas di dunia kerja dan ruang publik.
  • Terus belajar: dunia berubah cepat, hanya pembelajar yang bertahan.
  • Bangun kontribusi: dari hal kecil, dari lingkungan terdekat, tetapi konsisten.

Wisuda ke-78 Unisma adalah kabar baik bagi dunia pendidikan: ketika kampus mengukuhkan mutu, dan lulusan mengukuhkan pengabdian. Selamat kepada 581 lulusan—jadilah generasi yang mengharumkan almamater, menguatkan nilai, dan memimpin dengan ilmu. Mari buktikan bahwa predikat terbaik adalah awal pengabdian terbaik.

Updated: Februari 14, 2026 — 12:01 am